NANGGERANG – Gema selawat dan takbir membahana di Desa Nanggerang, menandai suksesnya gelaran Syahriyahan Tingkat Kecamatan Binong – Kecamatan Tambakdahan Tahun 2026. Momentum yang bertepatan dengan detik-detik menyambut bulan suci Muharram 1448 H ini terasa sangat istimewa, karena menandai konsistensi syiar Islam yang telah menginjak pelaksanaan ke-20 kalinya. Ribuan jemaah dari berbagai pelosok desa di dua kecamatan tampak memadati lokasi acara sejak pagi hari. Semangat spiritualitas baru terpancar kuat dari wajah para jemaah yang hadir, membawa harapan dan doa terbaik demi kemaslahatan umat menjelang pergantian tahun hijriah. Gema “Yaalal Wathon” Bakar Semangat Nasionalisme Jemaah Suasana religius di lokasi acara kian bergemuruh dan sarat emosi saat memasuki sesi penampilan istimewa. Seluruh Perangkat Desa Nanggerang naik ke atas panggung untuk mengumandangkan lagu syiar perjuangan, Yaalal Wathon. Dengan suara yang lantang, kompak, dan penuh penghayatan, jajaran perangkat desa berhasil membius dan membakar semangat seluruh jemaah yang hadir. Ribuan orang spontan berdiri, mengepalkan tangan, dan ikut bernyanyi bersama. Penampilan memukau ini menjadi simbol kuat bahwa semangat keagamaan di Desa Nanggerang berjalan selaras dengan rasa cinta tanah air yang mendalam, sekaligus menjadi kado pembuka yang tak terlupakan pada pergelaran Syahriyahan ke-20 ini. Sambut Muharram dengan Semangat Berbenah Tuan rumah kegiatan, Kepala Desa Nanggerang, Muhamad Ali, A.Md, dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas antusiasme warga yang luar biasa. Beliau menekankan pentingnya menjadikan Syahriyahan ke-20 ini sebagai momentum hijrah spiritual. “Merupakan kehormatan besar bagi Desa Nanggerang dapat memfasilitasi pelaksanaan Syahriyahan yang ke-20 ini. Angka 20 adalah bukti istikamah kita bersama. Terlebih, kita berada di ambang bulan Muharram—bulan hijrah, bulan perubahan. Mari kita ketuk pintu langit, bersihkan hati, dan jadikan momentum ini untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial di antara warga Binong dan Tambakdahan,” ujar Muhamad Ali dengan penuh semangat. Sinergi Dua Kecamatan Menuju Masyarakat yang Agamis Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah daerah. Camat Binong, Suangsih, S.Pd, M.AP, yang hadir langsung di tengah-tengah jemaah, memberikan sambutan hangat mengenai pentingnya kolaborasi lintas kecamatan dalam menjaga nilai-nilai religiusitas masyarakat. “Syahriyahan ke-20 ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan benteng moral bagi masyarakat kita. Sinergi antara Kecamatan Binong dan Tambakdahan yang terjaga hingga dua puluh kali pelaksanaan ini adalah aset daerah yang luar biasa. Memasuki bulan Muharram nanti, mari kita bawa semangat baru untuk bekerja lebih baik, menjaga persatuan, dan membangun wilayah kita dengan fondasi akhlak yang kokoh,” tutur Suangsih dalam arahannya. Catatan Keberhasilan Syahriyahan ke-20 Indikator Catatan Kegiatan Lokasi Desa Nanggerang Edisi Pelaksanaan Ke-20 (Dua Puluh) Fokus Utama Silaturahmi Lintas Kecamatan & Sambut Bulan Muharram Atmosfer Acara Khidmat, Antusias, dan Penuh Kebersamaan Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang mengupas tuntas makna hijrah dan keutamaan bulan Muharram, lalu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan seluruh warga Kecamatan Binong dan Tambakdahan. Melalui pelaksanaan yang ke-20 ini, Syahriyahan terbukti bukan lagi sekadar agenda kalender, melainkan denyut nadi spiritualitas yang terus hidup dan menginspirasi masyarakat menuju hari esok yang lebih berkah. (Red)