Wisata

Kades Cup 2

Semarak Pordes Desa Nanggerang: Turnamen Bola Voli “Kades Cup 2” Jadi Ajang Pererat Silaturahmi Antar-RT

NANGGERANG — Suasana kemeriahan dan semangat olahraga menyelimuti Desa Nanggerang pada akhir pekan ini. Pemerintah Desa Nanggerang resmi menggelar Turnamen Bola Voli Antar-RT “Kades Cup 2” dalam rangka Pekan Olahraga Desa (Pordes). Kegiatan bergengsi tingkat desa ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Minggu, 1–2 Agustus 2026, berpusat di Lapang Volly Desa Nanggerang. Ajang olahraga tahunan ini diikuti oleh tim-tim perwakilan Rukun Tetangga (RT) se-Desa Nanggerang yang siap bertanding memperebutkan gelar juara serta total hadiah pembinaan sebesar Rp2.000.000,-. Sejak Sabtu pagi, ratusan warga dari berbagai penjuru wilayah Desa Nanggerang tampak memadati sekeliling lapangan untuk memberikan dukungan hangat kepada tim kebanggaan RT masing-masing. Sambutan Kepala Desa Nanggerang Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Nanggerang, Muhamad Ali, A.Md. Dalam sambutannya di hadapan para atlet, offisial, dan masyarakat yang hadir, beliau menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menjadikan ajang Pordes ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat pada pembukaan Turnamen Bola Voli Kades Cup 2 ini,” buka Muhamad Ali, A.Md. “Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh tim perwakilan RT se-Desa Nanggerang. Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan, namun yang paling utama adalah bagaimana kita junjung tinggi sportivitas dan menjaga kebersamaan. Turnamen Kades Cup 2 ini bukan sekadar mengejar juara atau total hadiah Rp2 juta yang disediakan, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk persatuan warga, serta menjaring potensi bibit-bibit atlet bola voli lokal yang berbakat dari desa kita.” “Mari kita sukseskan Pekan Olahraga Desa ini dengan tertib, aman, dan penuh kegembiraan. Selamat bertanding dan tunjukkan permainan terbaik kalian!” pungkas Kades Nanggerang disambut tepuk tangan riuh dari para penonton. Persaingan Ketat di Lapangan Berdasarkan bagan pertandingan yang dirilis panitia, turnamen “Kades Cup 2” ini menggunakan sistem gugur yang mempertemukan berbagai perwakilan RT sejak babak penyisihan hingga partai puncak. Laga pembuka langsung menyajikan persaingan sengit antara tim-tim RT yang menampilkan kualitas servis, smash keras, hingga pertahanan yang solid. Panitia penyelenggara memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dengan kesiapan perangkat pertandingan dan pengamanan swakarsa warga. Selama dua hari pelaksanaan, turnamen diprediksi akan terus memikat antusiasme masyarakat hingga babak final pada Minggu sore esok, sekaligus penyerahan piala dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Semarak Pordes Desa Nanggerang: Turnamen Bola Voli “Kades Cup 2” Jadi Ajang Pererat Silaturahmi Antar-RT Read More »

SABA DESA 1

DERU MOTOR GEDE DAN SENYUM WARGA DESA NANGGERANG WARNAI SABA DESA BUPATI SUBANG, DESA KIHIYANG JADI PUSAT KEMERIAHAN

SUBANG — Riuh suara mesin motor gede (moge) berpadu erat dengan sorak-sorai antusiasme ratusan warga yang memadati sepanjang jalan jalur perlintasan Saba Desa Bupati Subang pada Jum’at (17/07/2026). Program strategis Pemerintah Kabupaten Subang ini kembali digelar dengan menyambangi sejumlah desa, mulai dari rute Desa Nanggerang, Desa Cicadas, Desa Binong, Desa Citrajaya, hingga bermuara di titik lokasi utama, Desa Kihiyang. Kemeriahan di Desa Nanggerang: Sambutan Hangat dan Harapan Desa Perjalanan rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Wakil Bupati, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyajikan pemandangan menarik saat melintasi Desa Nanggerang. Beriringan mengendarai moge, kehadiran para petinggi daerah ini langsung disambut lambaian tangan dan gemuruh riang dari warga yang telah bersiap sejak pagi hari. Kehadiran rombongan tidak hanya disambut oleh jajaran Pemerintah Desa Nanggerang dan masyarakat umum, tetapi juga riuh gemas anak-anak PAUD SPS Al Munawaroh serta siswa-siswi SDN Saluyu yang berbaris rapi di tepi jalan membawa bendera merah putih berukuran kecil. Kepala Desa Nanggerang, Muhamad Ali, A.Md, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kunjungan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa demi kesejahteraan warga. “Kehadiran Bapak Bupati beserta rombongan hari ini merupakan angin segar sekaligus suntikan semangat bagi kami di Desa Nanggerang. Kami berharap kegiatan Saba Desa ini tidak sekadar menjadi seremonial lewat, melainkan membawa kebermanfaatan nyata, mempercepat pembangunan infrastruktur desa, serta membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara warga dan pemimpinnya,” ujar Muhamad Ali. Desa Kihiyang Jadi Pusat Kemeriahan Acara Puncak Setelah melewati rute Desa Cicadas, Desa Binong, dan Desa Citrajaya, rombongan akhirnya tiba di pusat lokasi utama kegiatan, yaitu Desa Kihiyang. Di sini, rangkaian acara puncak Saba Desa digelar dengan sangat meriah dan menyentuh berbagai aspek sosial, kesehatan, hingga hiburan masyarakat. Berbagai kegiatan yang sukses dilaksanakan di Desa Kihiyang antara lain: Melalui program Saba Desa ini, Bupati Subang menegaskan komitmennya untuk terus turun langsung ke lapangan (belusukan) guna mendengar aspirasi, melihat kondisi riil di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan roda pembangunan berjalan merata hingga ke pelosok desa di Kabupaten Subang. (RED)

DERU MOTOR GEDE DAN SENYUM WARGA DESA NANGGERANG WARNAI SABA DESA BUPATI SUBANG, DESA KIHIYANG JADI PUSAT KEMERIAHAN Read More »

Gemuruh Syiar di Ambang Muharram: Syahriyahan ke-20 Sukses Satukan Ribuan Jemaah Binong dan Tambakdahan

NANGGERANG – Gema selawat dan takbir membahana di Desa Nanggerang, menandai suksesnya gelaran Syahriyahan Tingkat Kecamatan Binong – Kecamatan Tambakdahan Tahun 2026. Momentum yang bertepatan dengan detik-detik menyambut bulan suci Muharram 1448 H ini terasa sangat istimewa, karena menandai konsistensi syiar Islam yang telah menginjak pelaksanaan ke-20 kalinya. Ribuan jemaah dari berbagai pelosok desa di dua kecamatan tampak memadati lokasi acara sejak pagi hari. Semangat spiritualitas baru terpancar kuat dari wajah para jemaah yang hadir, membawa harapan dan doa terbaik demi kemaslahatan umat menjelang pergantian tahun hijriah. Gema “Yaalal Wathon” Bakar Semangat Nasionalisme Jemaah Suasana religius di lokasi acara kian bergemuruh dan sarat emosi saat memasuki sesi penampilan istimewa. Seluruh Perangkat Desa Nanggerang naik ke atas panggung untuk mengumandangkan lagu syiar perjuangan, Yaalal Wathon. Dengan suara yang lantang, kompak, dan penuh penghayatan, jajaran perangkat desa berhasil membius dan membakar semangat seluruh jemaah yang hadir. Ribuan orang spontan berdiri, mengepalkan tangan, dan ikut bernyanyi bersama. Penampilan memukau ini menjadi simbol kuat bahwa semangat keagamaan di Desa Nanggerang berjalan selaras dengan rasa cinta tanah air yang mendalam, sekaligus menjadi kado pembuka yang tak terlupakan pada pergelaran Syahriyahan ke-20 ini. Sambut Muharram dengan Semangat Berbenah Tuan rumah kegiatan, Kepala Desa Nanggerang, Muhamad Ali, A.Md, dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas antusiasme warga yang luar biasa. Beliau menekankan pentingnya menjadikan Syahriyahan ke-20 ini sebagai momentum hijrah spiritual. “Merupakan kehormatan besar bagi Desa Nanggerang dapat memfasilitasi pelaksanaan Syahriyahan yang ke-20 ini. Angka 20 adalah bukti istikamah kita bersama. Terlebih, kita berada di ambang bulan Muharram—bulan hijrah, bulan perubahan. Mari kita ketuk pintu langit, bersihkan hati, dan jadikan momentum ini untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial di antara warga Binong dan Tambakdahan,” ujar Muhamad Ali dengan penuh semangat. Sinergi Dua Kecamatan Menuju Masyarakat yang Agamis Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah daerah. Camat Binong, Suangsih, S.Pd, M.AP, yang hadir langsung di tengah-tengah jemaah, memberikan sambutan hangat mengenai pentingnya kolaborasi lintas kecamatan dalam menjaga nilai-nilai religiusitas masyarakat. “Syahriyahan ke-20 ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan benteng moral bagi masyarakat kita. Sinergi antara Kecamatan Binong dan Tambakdahan yang terjaga hingga dua puluh kali pelaksanaan ini adalah aset daerah yang luar biasa. Memasuki bulan Muharram nanti, mari kita bawa semangat baru untuk bekerja lebih baik, menjaga persatuan, dan membangun wilayah kita dengan fondasi akhlak yang kokoh,” tutur Suangsih dalam arahannya. Catatan Keberhasilan Syahriyahan ke-20 Indikator Catatan Kegiatan Lokasi Desa Nanggerang Edisi Pelaksanaan Ke-20 (Dua Puluh) Fokus Utama Silaturahmi Lintas Kecamatan & Sambut Bulan Muharram Atmosfer Acara Khidmat, Antusias, dan Penuh Kebersamaan Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang mengupas tuntas makna hijrah dan keutamaan bulan Muharram, lalu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan seluruh warga Kecamatan Binong dan Tambakdahan. Melalui pelaksanaan yang ke-20 ini, Syahriyahan terbukti bukan lagi sekadar agenda kalender, melainkan denyut nadi spiritualitas yang terus hidup dan menginspirasi masyarakat menuju hari esok yang lebih berkah. (Red)

Gemuruh Syiar di Ambang Muharram: Syahriyahan ke-20 Sukses Satukan Ribuan Jemaah Binong dan Tambakdahan Read More »

Penetapan dan Pengesahan APBDes Tahun Anggaran 2026

NANGGERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Nanggerang bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) resmi menetapkan dan mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran (TA) 2026. Pengesahan ini dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Desa Nanggerang. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Desa Nanggerang, Ketua dan Anggota BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, Ketua RT/RW, serta unsur pendamping desa dan perwakilan dari pihak Kecamatan. Transparansi dan Sinergi untuk Kemajuan Desa Kepala Desa Nanggerang menyampaikan bahwa penyusunan APBDes TA 2026 ini telah melalui proses panjang yang partisipatif, dimulai dari penggalian gagasan di tingkat dusun (Musdus) hingga penyelarasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). “APBDes tahun 2026 ini adalah cerminan dari kebutuhan riil masyarakat Desa Nanggerang. Kami berkomitmen penuh untuk mengelola setiap rupiah anggaran secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga,” ujarnya dalam sambutan pembuka. Ketua BPD Desa Nanggerang juga memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin erat antara jajaran Pemdes dan BPD. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar realisasi anggaran berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Fokus Utama APBDes Desa Nanggerang TA 2026 Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, struktur APBDes Desa Nanggerang tahun ini dititikberatkan pada beberapa pilar pembangunan utama: Harapan ke Depan Dengan ditetapkannya APBDes TA 2026 ini secara tepat waktu, diharapkan pelaksanaan program kerja di Desa Nanggerang dapat segera berjalan sejak awal tahun tanpa kendala administratif. Pemdes Nanggerang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengawasi dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan seluruh program pembangunan yang telah direncanakan. Acara musyawarah ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama antara Kepala Desa dan Ketua BPD, dilanjutkan dengan doa bersama demi kelancaran pembangunan Desa Nanggerang sepanjang tahun 2026. (Red/Adv)

Penetapan dan Pengesahan APBDes Tahun Anggaran 2026 Read More »

Kunjungan Ziarah dan Napak Tilas Sejarah Situs Cagar Budaya Nay Subanglarang dari Jamaah Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Pada Sabtu, 12 Juli 2025 dan Minggu, 20 Juli 2025 Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang kembali menjadi saksi spiritual dan budaya ketika rombongan Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum Pelabuhan Ratu, Sukabumi melakukan kunjungan ziarah dan napak tilas ke Situs Cagar Budaya Nay Subang Larang. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan religi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur yang membentuk identitas Tatar Sunda. Situs ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Nyai Subang Larang, istri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran, yang dikenal sebagai tokoh perempuan pelopor pendidikan Islam di Jawa Barat. Berdasarkan penelusuran sejarah, beliau pernah belajar di Pesantren Quro Karawang dan melahirkan tiga tokoh penting: Walangsungsang, Lara Santang, dan Raja Sangara—yang kelak menjadi penyebar Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Rombongan jamaah memulai kegiatan dengan tawassul yang dipimpin oleh Kuncen Situs, R. Sanjaya, dilanjutkan dengan pemaparan sejarah oleh tokoh adat setempat. Jamaah juga diajak menyusuri area situs yang meliputi Teluk Agung, Muara Jati, dan Astana Panjang, tempat ditemukannya berbagai artefak dan jejak manusia pra-sejarah. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual dan edukatif, di mana jamaah tidak hanya berdoa, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan, keimanan, dan kebudayaan yang diwariskan oleh Nyai Subang Larang. “Kunjungan ini bukan sekadar ziarah, tetapi juga bentuk kecintaan kami terhadap sejarah dan warisan spiritual leluhur. Semoga generasi muda semakin mengenal dan mencintai akar budaya serta nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan oleh Nyai Subang Larang.” — Hj. Endah, Ketua Rombongan Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Kunjungan ini disambut hangat oleh masyarakat Desa Nanggerang dan tokoh pemerintahan setempat. Kepala Desa dan Camat Binong menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat luar daerah dalam melestarikan situs budaya. Kehadiran jamaah dari Sukabumi menjadi bukti bahwa warisan sejarah Subang Larang memiliki daya tarik lintas wilayah dan generasi. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas kunjungan jamaah dari Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum Pelabuhan Ratu. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa warisan sejarah Nay Subang Larang memiliki makna yang melampaui batas wilayah. Semoga situs ini terus menjadi ruang spiritual dan edukatif yang memperkuat jati diri budaya kita.” — Muhamad Ali, Kepala Desa Nanggerang Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat silaturahmi antar daerah dan memperkaya wawasan sejarah Islam di Nusantara.

Kunjungan Ziarah dan Napak Tilas Sejarah Situs Cagar Budaya Nay Subanglarang dari Jamaah Majelis Ta’lim Daarul ‘Uluum Pelabuhan Ratu, Sukabumi Read More »

Pelestarian Situs Makam Nyi Subang Larang

Muhamad Ali menegaskan, Selain fokus pada pembangun­gan infrastruktur, menurutnya, juga pelestarian Situs Makam Nyi Subang Larang yang sudah men­jadi salah satu cagar budaya yang diakui oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang. Dalam bidang infrastruktur, di­rinya bersinergi dengan unsur lem­baga desa, seperti BPD, LPM serta perangkat desa hingga tingkat RT, termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, yang didanai dari Banprov, BKUD, ADD dan DD. Keterlibatan masyarakat serta pemberdayaannya juga menjadi salah satu pola pembangunan desa berbasis masyarakat.(dan/din)

Pelestarian Situs Makam Nyi Subang Larang Read More »

Shopping Cart
Hubungi Kami
WhatsApp